Senin, 07 Maret 2016

Apakah Kamu Siap Menjadi Blogger UKM ??!


Aku Blogger Indonesia



Blogger UKM” WOW! Apa lagi nih?? Saya baru mendengar istilah tersebut. Setelah mendengar istilah Blogger remahan rengginang, blogger titipan, dan blogger review, kini ada istilah baru yang berasal dari kalangan penggiat UKM Indonesia, yaitu istilah Blogger UKM. Ya! Saya nggak salah denger loh, karena saya mendengarnya bersama puluhan teman blogger lainnya yang saat itu berada di ruang Marketeers Corner, Gallery Indonesia WOW lantai dua, Gedung Smesco, Jakarta.  

Siang itu, kami menghadiri acara Soul of Bandung, sebuah pameran UKM dan marketers creativity yang menghadirkan para pelaku UKM yang berasal dari Bandung, untuk memamerkan produk produk UKM mereka, jadi ini acara semacam pameran produk UKM. Acara ini dihadiri juga  oleh walikota Bandung, Ridwan Kamil. Cuman sayang nya, saya tidak sempat bertemu beliau, karena kesibukan saya *Thsah! (kebalik!, pak Ridwan Kamil yang sibuk cuyy!).

Pada kesempatan tersebut, saya dan teman teman blogger termasuk orang yang beruntung bisa berdiskusi dengan direktur pengelola gedung Smesco, Ahmad jabadi, dan salah seorang pentolan pelaku UKM, Anto Surnoto.  Nah, pak Anto inilah yang menyebut kami (Bloggers) sebagai Blogger UKM itu.

Kenapa Pak Anto menyebut kami sebagai Blogger UKM?

Sebelum membahas itu, saya mau jelaskan dulu yak, siapa itu pak Anto, dari mana, dan apa kegiatannya. Jadi pak Anto ini salah satu pelaku UKM yang berhasil “naik kelas”, dan sudah masuk kategori pengusaha besar, karena jenis usahanya sudah memiliki omset diatas 10 Milyar per tahun.
Menurut undang undang no. 20 tahun 2008, UKM diklasifikasikan menurut jumlah asset dan omset, sehingga terbagi menjadi 3 kelompok besar, yaitu : Kelompok Usaha Mikro, dengan omset maksimal 300 juta per tahun, Kelompok Usaha Kecil dengan omset  300 juta sampai dengan 2,5 Milyar per tahun, dan terakhir Kelompok Usaha Menengah yang beromset 2,5 sampai dengan 10 Milyar. Diluar itu termasuk kelompok pengusaha besar.

Di Indonesia sendiri, tercatat jumlah UMKM berskala besar sekitar 50 ribu an, UMKM skala menengah berjumlah 60 ribu an, UMKM berskala kecil 600 juta an, dan pengusaha Mikro tercatat berjumlah 50.000 juta. Menurut Ahmad jabadi, dengan komposisi tersebut, perekonomian Indonesia termasuk kategori kurang sehat. Sebab menurut standar PBB, suatu negara dengan kategori sehat perekonomiannya itu harus memiliki komposisi 43% usaha besar dan 57% lainnya UKM. Maka dari itu, UMKM di Indonesia harus di tingkatkan, agar para pelaku UMKM bisa “naik kelas” menjadi pengusaha besar, seperti contoh nya pak Anto ini. 

Anto Surnoto menjadi narasumber di Gallery Indonesia WOW


Dulu Pak Anto Surnoto hanyalah seorang Blogger yang nyambi jualan produk via online. Bedanya, beliau memiliki segudang ide kreatif sehingga sangat cepat berkembang menjadi seperti sekarang ini, yang selain sebagai Blogger, beliau juga dipercaya membawahi 5000 an UKM untuk dibina dan menjadikan pelaku UKM sebagai manusia yang produktif dan kreatif. Omset nge Blog pak Anto saat ini sudah mencapai angka 30 juta per bulan. WOW banget kan??!.

Untuk mencapai sukses seperti sekarang, tidak semudah membalikkan telapak tangan, dibutuhkan perjuangan dan konsistensi dalam menjalani sebuah usaha. Menurutnya, kunci keberhasil seorang pelaku UKM tergantung dari cara mereka menawarkan produk ciptaaannya agar dilirik konsumen. Dari mulai poses produksi, branding, marketing dan memaintain kualaitas barang yang diciptakan. Jangan sampai kalah dengan produk dari luar.

Niat awal juga harus benar, jangan berniat usaha sambilan, karena kalau niatnya sambilan, nanti hasilnya akan sambilan juga. Jika mau berusaha, berusaha lah dengan niat penuh 100%, insya Allah hasilnya juga akan maksimal. Kreatifitas, kemauan, kemampuan, konsisten, dan komitmen adalah kunci keberhasilan Blogger untuk terjun ke dunia UKM.

Menurutnya, Blogger adalah calo calo yang terdidik dan profesional. Mereka mempunyai sense untuk market produk UKM, yang bisa menyuguhkan tampilan produk UKM, sehingga calon konsumen akan TERTARIK, TERPIKAT, TERPESONA, TERBIUS, TERINTEGRASI, dan akhirnya produknya TERJUAL. Tidak boleh menjadi Blogger yang latah, ada produk apa aja di foto dan di jual, Blogger harus bisa melihat standarisasi dan kualitas barang yang akan di display via blog nya. Lebih lanjut, pak Anto menjelaskan, bahwa UKM tidak harus memiliki industri, blogger juga termasuk UKM.

Peran blogger sangat penting untuk menggerakkan perekonomian usaha mikro, karena seiring perkembangan teknologi informasi, usaha mikro promosinya bisa lewat blog. Tentunya peluang tersebut sangat mudah untuk dijalankan oleh seorang Blogger. Makanya sah sah saja kan pak Anto memakai istilah Blogger UKM?. 

Gimana?? Setuju dengan istilah Blogger UKM? Kalo saya sih iyes, nggak tahu yah kalo mas Anang.... ha ha ha ha....

12 komentar:

  1. Ayo mulai jadi entrepreneur :))

    BalasHapus
  2. enakan jadi blogger remahan red velvet ..:-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu rasanya kekinian banget he he :)

      Hapus
  3. Ooohhh, blogger juga UKM ya. Saya yes deh. :v

    BalasHapus
  4. Ooohhh, blogger juga UKM ya. Saya yes deh. :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Blogger itu UKM, kalo punya usaha dan industri namanya jadi IKM. kata pak Anto

      Hapus
  5. Salam kenal ; tulisan informatif ambo share ya terima kasih. Bermanfaat

    BalasHapus
  6. Salam kenal ; tulisan informatif ambo share ya terima kasih. Bermanfaat

    BalasHapus
  7. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Industri Kecil dan Mikro
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Industri Kecil dan Mikro yang bisa anda kunjungi di Informasi Seputar Industri Kecil dan Mikro

    BalasHapus

Jika ada ide, saran, atau kritik, silakan tulis disini :